Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45%, Manufaktur Kembali Ekspansif

Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada triwulan II 2026, ekonomi juga tumbuh 5,29% secara tahunan, dengan sektor akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada semester I, yakni 11,83%.
Sinyal positif juga terlihat dari aktivitas industri manufaktur. PMI Manufaktur Indonesia meningkat menjadi 52,4 pada September 2026, dari 49,8 pada Agustus. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi. Kementerian Keuangan mencatat penguatan tersebut terjadi secara luas, ditandai dengan meningkatnya permintaan, produksi, tenaga kerja, aktivitas pembelian, dan persediaan input.
Penguatan manufaktur menjadi salah satu indikator penting bagi aktivitas ekonomi nasional karena berkaitan dengan produksi dan kegiatan usaha. Permintaan ekspor juga dilaporkan meningkat dengan laju terkuat sejak Mei 2022. Selain itu, aktivitas manufaktur di sejumlah mitra dagang Indonesia seperti Thailand, China, dan Amerika Serikat juga berada di zona ekspansi, sehingga membuka peluang bagi peningkatan permintaan terhadap produk Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi dan kembali ekspansifnya manufaktur memberikan gambaran bahwa aktivitas ekonomi Indonesia tetap bergerak di tengah ketidakpastian global. Ke depan, menjaga permintaan domestik, meningkatkan produktivitas industri, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat daya saing sektor manufaktur menjadi bagian penting untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ekonomi-indonesia-tumbuh-545-manufaktur-kembali-ekspansif
Komentar
Posting Komentar